Liga SpanyolSepak Bola

Skuat Tak Sesuai Mau Koeman, Barcelona pun Gagal Juara Liga

ACEOFNEWS – Ronald Koeman berdalih bisa saja membawa Barcelona juara Liga Spanyol andaikan skuat yang dimilikinya lebih baik. Sayang, hal itu tidak kesampaian.

Baca juga : Ini Isyarat Zidane Mau Tinggalkan Real Madrid di Akhir Musim?

Koeman ditunjuk sebagai pelatih Barcelona di awal musim ini dengan kontrak dua tahun. Tapi, baru setahun kontrak tersebut dijalani, posisi Koeman sudah digoyang karena performa buruk Barcelona musim ini.

Barcelona memang sempat terseok-seok di awal musim ini sebelum tancap gas sedari Desember hingga Maret dengan melalui 19 laga tanpa kalah di liga. Tapi, performa tim yang menurun di pekan-pekan terakhir, membuat Barcelona gagal jadi juara liga.

Kegagalan itu diperparah dengan tersingkirnya mereka dari Liga Champions di babak 16 besar oleh Paris Saint-Germain. Ini belum termasuk kekalahan di final Piala Super Spanyol dari Athletic Bilbao.

Kini masa depan Koeman kembali dispekulasikan karena beberapa calon penggantinya sudah bermunculan. Bagi Koeman, musim ini sebenarnya tak buruk-buruk amat jika dilihat pergerakan klub di bursa transfer.

Gara-gara krisis keuangan, Barcelona cuma bisa mendatangkan Sergino Dest dan gagal menggaet Gini Wijnaldum serta Memphis Depay yang iadi incaran utama Koeman. Memang ada Miralem Pjanic yang didapat dengan hasil pertukaran dengan Arthur tapi tampil buruk, sementara Philippe Coutinho lebih sering cedera sekembalinya dari Bayern Munich.

Ronald Koeman membela diri bahwa hasil tim akan lebih baik andaikan keinginannya itu terpenuhi.

“Skuat baru dibentuk setelah kami datang. Sergino Dest jadi satu-satunya pembelian kami. Skuat tidak sepenuhnya berada di level yang kami inginkan di Barcelona,” ujar Koeman seperti dikutip Marca.

“Banyak orang berpikir klub akan bekerja seperti ini. Kami ingin memperbaiki skuat. Ada banyak pemain senior yang masih ingin membuktikan diri di tim, dan para pemain muda yang butuh pengalaman untuk jadi pemain lebih baik,” sambungnya.

Related Articles

Back to top button
Close