Liga InggrisSepak Bola

MU Raja Penalti, Robin van Persie Membela dengan Bilang Begini

ACEOFNEWS – Status Raja Penalti tengah disandang Manchester United. Sekalipun predikat itu mengundang cibiran, MU tetap dibela Robin van Persie yang juga mantan pemainnya.

Manchester United memastikan lolos ke semifinal Liga Europa berkat kemenangan 1-0 atas FC Copenhagen pada laga satu leg babak perempatfinal, Selasa (11/8) dini hari WIB lalu.

Saat itu gol tunggal yang meloloskan Setan Merah ke babak empat besar Liga Europa lahir di extra time, tepatnya menit ke-95, lewat sepakan 12 pas dari Bruno Fernandes usai Anthony Martial dijatuhan di kotak terlarang.

Opta menyebut, Man United musim ini sudah 21 kali mendapatkan tendangan penalti di seluruh kompetisi yang diikuti pada musim ini. Jumlah tersebut adalah yang terbanyak yang diterima sebuah tim di lima liga top Eropa.

Sebelum ini, Manchester United juga sudah dinobatkan sebagai Raja Penalti di Premier League setelah mendapatkannya sebanyak 14 kali di ajang tersebut. Predikat teranyar yang didapat usai penalti ke-21 saat tampil di Liga Europa pun menegaskan prediat itu.

Tak ayal ada saja yang melontarkan cibiran buat kubu Man United berkat keberhasilannya mendapatkan penalti paling banyak di antara tim-tim lain musim ini. Tapi Van Persie membela catatan tersebut.

Menurut mantan pemain internasional Belanda yang mencetak 58 gol selama tiga musim bersama Man United itu, banyaknya penalti ini tak lepas dari sepakbola ofensif yang dimainkan skuad Ole Gunnar Solskjaer.

“Jika Anda mendapat 21 penalti dalam satu musim, itu memperlihatkan bahwa Anda banyak melakukan serangan, begitu kan?” kata Van Persie kepada 90min yang dilansir  ACEOFNEWS.

“Mungkin dua di antara penalti itu dapat diperdebatkan, mungkin sedikit rumit, tapi itu tetap didapat karena Ansa menyerang dan berada dalam situasi saat wasit bisa memberi penalti. Menurut saya, adalah hal bagus bahwa mereka mendapatkan sedemikian banyak penalti,” kata Robin van Persie perihal catatan penalti Manchester United saat ini.

Related Articles

Back to top button
Close