Liga JermanSepak Bola

Ludah Marcus Thuram Senilai (Sanksi) Rp 2,5 Miliar

ACEOFNEWS – Penyerang Borussia Moenchengladbach Marcus Thuram harus menerima sanksi usai meludahi lawan. Gaji Thuram dipotong oleh klub karenanya. Duh!

Thuram turun sebagai starter saat Gladbach menjamu Hoffenheim di Borussia-Park, Sabtu (19/12/2020), pada pekan ke-13 Liga Jerman. Gladbach unggul lewat penalti Lars Stindl di menit ke-34, sebelum disamakan Andrej Kramaric pada menit ke-75.

Nah, insiden yang melibatkan Thuram terjadi menit ke-78 ketika bersitegang dengan bek Hoffenheim Stefan Posch. Posch lantas terjatuh dan kemudian mengelap mukanya.

Baca juga : Apakah MU Kandidat Juara? Lihat Saja di Klasemen Liga Inggris

Ternyata sebelumnya Thuram meludah ke arah Posch dan kejadian itu tertangkap kamera VAR. Thuram setelahnya langsung dikartumerah dan membuat Gladbach akhirnya kalah 1-2, karena kekurangan jumlah pemain.

Kejadian ini bikin Thuram dikritik habis yang bakal berujung sanksi berat oleh Federasi Sepakbola Jerman. Apalagi di tengah pandemi COVID-19 ini, aksi meludah termasuk kategori pelanggaran tinggi karena bisa menularkan virus tersebut.

Sebelum sanksi turun dari DFB, Thuram sudah mendapat hukuman duluan dari pihak klub. Gladbach sudah mendenda Thuram sebesar satu bulan gaji.

Dengan gaji Marcus Thuram sebesar 1,8 juta euro per tahun, maka kemungkinan dendanya sekitar 150 ribu euro atau Rp 2,5 miliar. Ini jadi denda terbesar yang pernah diberikan Gladbach kepada pemainnya.

Dulu, Gladbach juga pernah mendenda Raul Bobadilla pada 2010 sebesar 50 ribu euro karena menghina ofisial keempat.

“Saya sudah bicara panjang dengan Marcus pagi ini, dia kembali meminta maaf kepada saya dan klub atas aksinya itu,” ujar Direktur Olahraga Klub, Max Eberl, seperti dikutip ESPN.

“Kami sudah mengenal Marcus hampir dua tahun ini, kami tahu latar belakang dan keluarganya. Tindakannya kemarin itu bukan sifat aslinya. Marcus sangat kecewa dan dia memastikan tidak ada niat untuk meludahi Stefan Posch. Saat itu memang dia lagi emosi,” sambungnya.

Related Articles

Back to top button
Close