Liga JermanSepak Bola

Juergen Klopp Si Guru yang ‘Buruk’ bagi Lewandowski

ACEOFNEWS – Robert Lewandowski boleh dibilang salah satu striker kalau tidak striker paling mematikan di dunia saat ini. Ada andil besar Juergen Klopp di balik sukses Lewandowski.

Baca juga : Inter Milan Menyia-nyiakan Bakat Eriksen

Bintang sepakbola Polandia itu bekerja sama dengan Klopp selama empat musim di Borussia Dortmund. Keduanya membawa Die Borussen mematahkan hegemoni Bayern Munich saat memenangi dua titel Bundesliga beruntun dan sekali Piala DFB.

Pesepakbola berusia 32 tahun itu tidak langsung tokcer seperti sekarang. Direkrut Dortmund dari Lech Poznan pada musim panas 2010, Lewandowski cuma mencetak sembilan gol di musim debutnya. Barulah di musim keduanya, Lewandowski meledak dengan mengemas 30 gol untuk Dortmund dan mulai menyita perhatian.

Selama berkostum kuning-hitam, Robert Lewandowski membuat lebih dari 100 gol. Dia lantas menyeberang ke klub rival, Bayern, pada musim panas 2014 dan mencapai puncak kariernya di sana.

Lewandowski telah mengemas 269 gol untuk memenangi enam medali juara Bundesliga, tiga Piala DFB, dan sekali Liga Champions. Penampilan sensasional Lewandowski di musim lalu mengantarkan treble kepada Bayern dan penghargaan Pemain Terbaik UEFA serta Pemain Terbaik FIFA.

Meski demikian, Lewandowski boleh jadi tidak akan seperti sekarang tanpa didikan keras Juergen Klopp. “Juergen tidak hanya sekedar sosok ayah untukku,” Lewandowski mengatakan kepada the Player’s Tribune, yang dilansir Bundesliga.com.

“Sebagai seorang pelatih, dia seperti si guru yang ‘buruk’. Dan maksudku itu dalam arti yang terbaik. Dia tidak puas dengan membiarkan Anda menjadi murid B, Anda tahu? Juergen menginginkan murid-murid A+. Dia tidak menginginkannya untuk dirinya sendiri, melainkan untuk Anda.”

“Dia banyak mengajariku. Ketika aku bergabung di Dortmund, aku ingin melakukan segalanya dengan cepat: operan kuat, sekali sentuhan. Juergen mengajariku untuk tenang, melakukan dua sentuhan kalau perlu.”

“Saat itu betul-betul bertentangan dengan sifatku, tapi setelahnya aku mencetak lebih banyak gol. Ketika aku melambat, dia menantangku untuk mempercepatnya lagi. Sekali sentuh. Bang. Gol. Dia memperlambatku untuk mempercepatku. Terdengar sederhana ya, tapi itu genius, sungguh,” puji Lewandowski tentang Klopp.

Related Articles

Back to top button
Close